Personal
A Vision of Us Standing Like This
Tentang bayangan sederhana yang terasa nyata sejak awal — dua orang berdiri berdampingan, sebelum semuanya berubah menjadi sesuatu yang harus direlakan.
Ada beberapa bayangan yang datang terlalu cepat. Bahkan sebelum semuanya jelas, sebelum ada nama untuk perasaan itu, sebelum kamu tahu harus berharap atau menahan diri.
Aku pernah punya bayangan seperti itu.
Sederhana saja. Tidak ada adegan besar. Tidak ada janji. Tidak ada musik dramatis seperti di film. Cuma aku dan dia, berdiri berdampingan, seolah dunia sedang memberi ruang sebentar untuk sesuatu yang akhirnya terasa benar.
Aneh, karena kadang hal yang belum terjadi justru bisa terasa paling nyata.
Aku tidak tahu kapan tepatnya bayangan itu mulai tinggal di kepala. Mungkin dari percakapan kecil. Mungkin dari cara dia hadir. Mungkin dari satu momen biasa yang entah kenapa terasa seperti tanda. Tapi sejak saat itu, ada bagian dari diriku yang diam-diam percaya bahwa suatu hari kami akan berdiri seperti itu.
Cs I've always had a vision of us standing like this.
Kalimat itu sederhana, tapi rasanya seperti membuka pintu ke ruangan yang sudah lama kututup. Karena yang kubayangkan bukan cuma dia. Aku membayangkan versi hidup yang lebih hangat. Versi diriku yang tidak perlu menjelaskan terlalu banyak. Versi kami yang berdiri bersebelahan tanpa canggung, tanpa takut, tanpa perlu berpura-pura tidak peduli.
Tapi bayangan bisa menjadi tempat yang berbahaya kalau terlalu lama ditinggali.
Pelan-pelan, aku mulai membentuk diri agar cocok dengan gambar itu. Aku mulai menahan beberapa bagian. Mengubah beberapa hal. Membuat diriku terlihat lebih pantas untuk berdiri di sebelahnya. Bukan karena dia memintanya, tapi karena aku terlalu takut kehilangan kemungkinan yang belum sempat menjadi nyata.
Dan saat semuanya tidak terjadi, yang patah bukan hanya perasaan. Yang patah adalah seluruh masa depan kecil yang sudah berkali-kali kubangun diam-diam.
Itu yang paling susah dijelaskan ke orang lain. Mereka mungkin melihatnya sebagai kehilangan seseorang. Padahal ada yang lebih sunyi dari itu: kehilangan kemungkinan. Kehilangan gambar yang tidak pernah benar-benar ada, tapi sudah cukup lama menemani sampai terasa seperti rumah.
Sekarang aku tidak tahu apakah bayangan itu harus kubenci. Mungkin tidak. Mungkin ia pernah jujur. Mungkin ia hanya menunjukkan bahwa aku juga ingin dicintai dengan tenang, tanpa harus sibuk membuktikan bahwa aku layak.
Mungkin visi itu bukan lagi tentang dia.
Mungkin itu cuma pengingat bahwa suatu hari, ketika aku berdiri di samping seseorang, aku ingin datang sebagai diriku sendiri. Bukan versi yang kupaksa agar cukup. Bukan seseorang yang kubuat demi diterima. Tapi aku, utuh, tanpa perlu ditinggalkan oleh diriku sendiri lebih dulu.
Comments
Login to leave a public note.
Related stories
2 picksFebruary 24, 2026
Becoming Someone I Was Not
Tentang usaha menjadi versi lain demi diterima — sampai akhirnya sadar bahwa diri sendiri perlahan tertinggal di tengah jalan.
August 15, 2025
Letting Go Without Losing the Feeling
Ada rasa yang tidak langsung hilang setelah dilepaskan. Kadang merelakan hanya berarti berhenti memaksa sesuatu yang terus melukai.
“Every story is part of life's journey”